banner 728x250

Sebanyak 2.527 Honorer Tulang Bawang Resmi Berstatus ASN PPPK Paruh Waktu

banner 468x60

Tulang Bawang, Media Mata Lensa.id – Negara akhirnya hadir secara nyata bagi ribuan tenaga honorer di Kabupaten Tulang Bawang. Melalui kebijakan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, sebanyak 2.527 tenaga honorer resmi diakui sebagai ASN PPPK Paruh Waktu, setelah menerima Surat Keputusan (SK) yang diserahkan langsung oleh Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan.

Pengakuan ini menjadi titik balik bagi para honorer yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, dan teknis pemerintahan, namun kerap bekerja dalam keterbatasan status dan kesejahteraan.

banner 325x300

Penyerahan SK sekaligus pengambilan sumpah janji jabatan dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Tulang Bawang, disaksikan Sekretaris Kabupaten Ferli Yuledi, para asisten, pimpinan OPD, serta keluarga para PPPK Paruh Waktu. Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan SK perpanjangan kepada 54 PPPK Guru.

Bupati Qudrotul Ikhwan menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada keadilan sosial.

“Alhamdulillah, hari ini 2.527 honorer resmi mendapatkan SK ASN PPPK Paruh Waktu. Ini bukan hadiah, melainkan amanah. Negara memberi pengakuan, dan sebagai gantinya ASN harus memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data Pemkab Tulang Bawang, ASN PPPK Paruh Waktu yang dilantik terdiri dari 790 tenaga guru, 1.452 tenaga teknis, dan 286 tenaga kesehatan. Komposisi tersebut mencerminkan kebutuhan strategis daerah dalam menjamin kesinambungan layanan dasar publik.

Qudrotul juga menekankan bahwa perbedaan status tidak boleh menjadi alasan menurunnya etos kerja. ASN PPPK Paruh Waktu dituntut mampu menunjukkan profesionalisme setara dengan ASN lainnya.

“Walaupun paruh waktu, tanggung jawabnya tetap penuh. Tunjukkan bahwa kalian mampu bekerja, berprestasi, berinovasi, serta menjaga integritas dan akhlak.

Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan, termasuk memperjuangkan peningkatan pendapatan PPPK Paruh Waktu,” ujarnya.

Dalam penutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh ASN menjadikan nilai kearifan lokal sebagai landasan etika pelayanan publik.

“Tulang Bawang punya falsafah Sai Bumi Nengah Nyappur dan Udang Manis. Nilai ini mengajarkan kebersamaan, keadilan, dan harmoni. Jika ini dijalankan, maka birokrasi kita akan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Usai pelantikan, suasana haru dan bahagia menyelimuti lokasi acara. Pelukan keluarga, bunga ucapan selamat, hingga rencana doa bersama menjadi penanda bahwa pengangkatan ini bukan hanya urusan birokrasi, tetapi peristiwa kemanusiaan yang sarat makna.

Kini, pengakuan telah diberikan. Tantangan berikutnya adalah pembuktian, bahwa ASN PPPK Paruh Waktu mampu menjadi garda depan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *