banner 728x250

Pasca Rotasi Pejabat, Pemkot Metro Tunjuk Empat Plt OPD

banner 468x60

METRO,mediamatalensa Pasca pelantikan belasan pejabat eselon II di Aula Lantai II Kantor Pemerintah Kota Metro, Senin (23/2/2026), Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso langsung mengambil langkah cepat. Empat pejabat ditunjuk untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan status Pelaksana Tugas (Plt).

Penunjukan Plt tersebut dilakukan pada hari yang sama sekitar pukul 11.20 WIB di ruang kerja Wali Kota. Mandat penugasan efektif berlaku sejak 23 Februari 2026.

banner 325x300

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas birokrasi agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak terganggu pasca pergeseran sejumlah pejabat definitif. Hingga berita ini diturunkan, Wali Kota Metro belum memberikan keterangan resmi terkait pertimbangan strategis penunjukan keempat Plt tersebut.

Sementara itu, M. Rafieq Adi Pradana membenarkan adanya penetapan empat pejabat Plt tersebut. Ia menegaskan, penunjukan ini bersifat administratif dan sementara.

“Iya benar. Lebih jelasnya Pak Wali Kota yang menyampaikan. Namun yang pasti, ini untuk mengisi kekosongan jabatan agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (23/2/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pejabat pertama yang menerima mandat adalah Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dedi Hasmara. Ia dipercaya merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Metro, menggantikan Sri Amanto yang telah dilantik sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Penunjukan ini menjadi sorotan mengingat Kominfo merupakan garda terdepan pengelolaan informasi publik dan wajah komunikasi kebijakan Pemerintah Kota Metro di tengah tuntutan transparansi.

Selanjutnya, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Metro, dr. Achmad Redho Akbar, ditunjuk sebagai Plt Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Ia menggantikan dr. Silfia Naharani yang kini menjabat sebagai Kepala DP3AP2KB Kota Metro.

Posisi staf ahli dinilai strategis karena berperan memberikan pertimbangan kebijakan, khususnya pada isu sosial dan pengembangan sumber daya manusia.

Kemudian, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Metro, Triana Aprisia, juga mendapat amanah tambahan sebagai Plt Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah. Ia menggantikan Suwandi yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Metro, Sri Mulyani, ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, menggantikan Ardah yang dilantik sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Penempatan Sri Mulyani di PUTR menjadi perhatian publik mengingat dinas tersebut mengelola proyek-proyek infrastruktur strategis, mulai dari pembangunan jalan, drainase hingga penataan ruang kota.

Penunjukan empat Plt ini menunjukkan pola konsolidasi cepat di tubuh birokrasi Pemerintah Kota Metro. Di satu sisi, langkah ini dinilai positif karena mencegah stagnasi pelayanan publik. Namun di sisi lain, publik juga menanti kepastian pengisian jabatan secara definitif melalui mekanisme seleksi terbuka yang transparan dan akuntabel.

Status Pelaksana Tugas bersifat sementara. Jika berlangsung terlalu lama, dikhawatirkan dapat menimbulkan ketidakpastian kebijakan, khususnya pada OPD teknis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.(dw1)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *