METRO, mediamatalensa – Lurah Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Ruben Nugroho, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum memutuskan mengambil pinjaman, baik melalui lembaga resmi maupun pinjaman dari pihak tertentu yang kerap disebut Bank Plecit.
Imbauan tersebut disampaikan pasca insiden penembakan yang terjadi di wilayahnya pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, dan sempat membuat warga sekitar geger.
Ruben menilai, masyarakat perlu memahami risiko dari utang-piutang, terutama apabila kondisi ekonomi tidak memungkinkan untuk memenuhi kewajiban pembayaran secara berkala.
“Kalau ingin mengajukan pinjaman ke bank ataupun koperasi, masyarakat harus benar-benar menghitung kemampuan diri. Bila dirasa berat untuk melakukan pembayaran rutin dan risikonya terlalu tinggi, sebaiknya jangan dipaksakan,” ujar Ruben Nugroho saat diwawancarai, Minggu (24/5/2026).
Peristiwa tragis yang melatarbelakangi imbauan tersebut terjadi di Jalan Khair Bras, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, tepatnya di sekitar kawasan Jembatan Hitam, pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 19.40 WIB.
Seorang pedagang ayam geprek berinisial DCA diduga menjadi korban penembakan oleh seseorang yang disebut-sebut berstatus sebagai penagih utang.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak kelurahan, persoalan bermula dari pembicaraan terkait tunggakan pinjaman di depan salah satu minimarket setempat. Situasi yang awalnya berlangsung biasa kemudian memanas hingga terjadi adu mulut dan berujung perkelahian.
Ruben menjelaskan, korban diduga tidak mengetahui bahwa pelaku membawa senjata api saat pertikaian berlangsung.
“Dari informasi yang kami terima, setelah cekcok dan sempat terjadi perkelahian, korban ditembak sebanyak dua kali di bagian kepala. Sebelumnya korban tidak menyadari bahwa pelaku membawa senjata api,” jelasnya.
Usai melakukan penembakan terhadap korban, pelaku juga disebut melepaskan tembakan ke udara. Aksi tersebut diduga dilakukan untuk membuat warga sekitar ketakutan sehingga tidak berani mendekat ataupun mengejar pelaku saat melarikan diri.
Menanggapi kejadian tersebut, Ruben berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Ganjar Asri tetap kondusif dan angka kriminalitas dapat ditekan semaksimal mungkin. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara damai dan melalui jalur komunikasi yang baik.
“Semua persoalan seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi, musyawarah, dan mediasi yang baik,” pungkasnya.
Ia menambahkan, tindakan kekerasan bukan solusi dalam menyelesaikan persoalan, justru dapat menimbulkan dampak yang lebih luas dan merugikan banyak pihak. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku serta motif pasti di balik insiden yang menewaskan warga tersebut.(Dw1)
















